Polling

Bagaimanakah Pelayanan di Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen 2019?
Sangat Baik
Baik
Cukup
Tidak Tahu

Submit Lihat Hasil Polling

Berita / Berita Terbaru / Detail

18 Maret 2018 | 08:31 WIB | Suara Kedu

Diresmikan, Kampung Jawa Kebumen Jadi Sarana Wisata Edukasi  Masyarakat

KEBUMEN, suaramerdeka.com-
Desa Ambalresmi, Kecamatan Ambal, Kebumen diresmikan sebagai Kampung
Jawa Kebumen, Sabtu (17/3). Launching dilakukan oleh Wakil Bupati
Kebumen KH Yazid Mahfud ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pemukulan
gong. 

Peresmian dihadiri oleh anggota DPR RI Darori Wonodipuro,
jajaran Forkompinda antara lain Ketua DPRD Cipto Waluyo, Kapolres AKBP
Arief Bahtiar, Dandim 0709 Letkol Kav Suep. Tampak pula para Kepala OPD,
dan kepala desa di Kecamatan Ambal.

 Wakil Bupati Yazid Mahfudz
mengharapkan selain sebagai bentuk nguri-uri budaya Jawa, keberadaan
Kampung Jawa sekaligus dapat menjadi sarana edukasi wisata bagi
masyarakat "Kampung Jawa dapat menjadi edukasi dan wisata yang
dikembangkan masyarakat Ambalresmi,” ungkap Yazid Mahfudz di sela-sela
acara.

Lebih lanjut, Gus Yazid, sapaan akrabnya menambahkan,
budaya Jawa, diakui sebagai budaya luhur yang juga dikagumi oleh bangsa
luar Indonesia. Budaya Jawa semestinya dapat bersanding dengan budaya
lainnya di dunia.

"Keberadaan Kampung Jawa melengkapi keberadaan
Kampung Inggris dan Arab yang sebelumnya telah diresmikan," ujar Gus
Yazid yang bersama rombongan melihat koleksi kampung Jawa dan stand
produk UMKM.

Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Ahmad Ujang Sugiyono
menjelaskan, berbagai aset atau objek di dalam eduwisata Kampung Jawa
yang akan disuguhkan kepada wisatawan. Antara lain bangunan rumah Bupati
Ambal, KRAH Purbonagara di Desa Ambalresmi yang dibangun tahun 1828 dan
telah menjadi cagar budaya. Kemudian kerajinan wayang kulit,
rumah-rumah srotong khas Ambal dan wisata kopi pesisir di Desa Pucangan,
wisata kuliner khas Ambal serta beberapa obyek lainnya. 

Nilai Luhur

Adapun
persiapan kampung Jawa Kebumen sejak Agustus 2017. Pemikiran itu muncul
untuk mengantisipasi pengaruh era global di mana masyarakat Jawa
khususnya generasi muda mulai meninggalkan nilai-nilai luhur kebudayaan
Jawa yang sejatinya merupakan keunggulan lokal.

"Sebagian besar
dari mereka lebih menyukai hal-hal yang praktis, mudah, cepat dengan
memanfaatkan teknologi canggih yang dapat menyebabkan kemalasan, kurang
sosialisasi, individualistis, serta menurunnya semangat gotong-royong
sehingga lambat laun jati diri masyarakat Kebumen akan luntur," katanya.

Setelah
dilaunching, nantinya sejumlah kegiatan bakal dilaksanakan seperti
pelatihan dan pengenalan seni tradisi jawa, pentas seni selapanan,
pergelaran wayang golek, festival parade seni gebyag cah angon,
pengenalan dolanan bocah, festival macapat, festival geguritan, hingga
pembuatan film legenda dan sejarah Kebumen.

"Adapun tahapan
pengembangan Kampung Jawa Kebumen sebagai lokasi wisata edukasi akan
dilaksanakan secara berkelanjutan," ujarnya.

(Supriyanto /SMNetwork /CN39 )

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/news/detail/19809/Diresmikan-Kampung-Jawa-Kebumen-Jadi-Sarana-Wisata-Edukasi-Masyarakat